Ini Kata Ketua BKAD "Lembeyan Bersatu" Mengenai Kegiatan Bimtek CMS
![]() |
| Bimtek CMS Se-kecamatan Lembeyan Magetan |
Berita-1.id;Magetan, Terkait kegiatan Bimtek Cash Management System (CMS) dalam rangka peningkatan sumber daya Aparatur Pemerintah Desa Se-kecamatan Lembeyan Kabupaten Magetan, yang diadakan di salah satu hotel Sarangan pada Sabtu (14/12/2024) kemarin, diharapkan
semakin profesional kinerjanya dan juga semakin mampu dan paham dengan tupoksinya dalam mengemban amanah di pemerintahan desa. Seperti hal yang disampaikan Sriyono, Kepala Desa Nguri dan juga sekaligus Ketua BKAD "Lembeyan Bersatu" dikantornya, Jum'at (19/12/2024).
Menurutnya, perihal kegiatan yang menghadirkan Kepala Dinas PMD Magetan, Bank Jatim, Forkopimca Lembeyan, Kades, Sekdes, Bendahara Desa Se-kecamatan, adalah untuk menindaklanjuti himbauan dari pemerintah akan pertanggungjawaban tentang dana-dana yang diberikan oleh pemerintah ke desa. Dalam hal ini mengenai pengelolaan Keuangan Desa yang transparan, akuntabel, dan partisipatif.
"Jadi kami BKAD "Lembeyan Bersatu" dari Desa Kediren, Desa Lembeyan Wetan, Desa Tunggur, Desa Dukuh, Desa Kedungpanji, Desa Pupus, Desa Nguri, Desa Tapen, dan Krowe, ke depan harapannya desa-desa ini paham dengan proses pertanggungjawaban, "ucap Sriyono.
![]() |
| Sriyono ketua BKAD Lembeyan Bersatu |
Lebih lanjut Ketua BKAD "Lembeyan Bersatu" menjelaskan bahwasanya giat yang di canangkan pemerintah ini, adalah penerapan tentang sistem transaksi non tunai melalui aplikasi Cash Management System atau CMS-Siskeudes Link. Hal ini untuk mewujudkan keuangan desa yang transparan dan tertib administrasi.
"Langkah dari Pemerintah ini merupakan perwujudan reformasi birokrasi untuk tatanan pemerintah desa dalam menciptakan tata kelola Pemdes yang baik serta mampu mendorong inovasi dan pertumbuhan perekonomian desa, "tutur Sriyono.
Perlu diketahui aplikasi CMS, adalah salah satu jenis jasa layanan pengelolaan keuangan yang ditujukan untuk nasabah non-perorangan (perusahaan/lembaga) dimana nasabah yang bersangkutan dapat melakukan pengelolaan keuangannya langsung melalui fasilitas online.
"Jadi intinya, semua transaksi yang ada di desa, dilakukan secara non tunai, "kata Sriyono akhiri pertemuan. (w.i)

