Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-457 dan Hari Kesatuan Gerak PKK, RSUD Caruban Gelar Sunatan Massal
![]() |
| Bupati Madiun Hari Wuryanto di dampingi Direktur RSUD Caruban drg.Farid Amirudin melihat langsung anak-anak yang di khitan |
Madiun Berita-1.id; Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-457 dan Hari Kesatuan Gerak PKK tahun 2025, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban menggelar acara sunatan massal yang diikuti oleh ratusan anak laki-laki dari dari berbagai daerah di Kabupaten Madiun. Acara digelar di RSUD Caruban pada hari Senin 7 Juli 2025.
Dalam Sambutannya Bupati Madiun Hari Wuryanto menyampaikan bahwa, sunatan massal ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah Kabupaten Madiun terhadap masyarakat, terutama yang kurang mampu.
Melalui sunatan massal ini, Pemerintah Kabupaten Madiun menunjukkan komitmennya untuk meningkatkan kesehatan anak-anak dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami berharap acara ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, dan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan kebersihan," harapanya.
Sementara itu, Direktur RSUD Caruban Farid Amirudin menyampaikan bahwa, acara sunatan massal ini merupakan salah satu rangkaian acara peringatan Hari Jadi Kabupaten Madiun ke-457. Sunatan massal ini di ikuti oleh total 230 anak yang di gelar di dua lokasi berbeda,yaitu RSUD Caruban dan RSUD Dolopo.
"Jadi pada hari ini ada 115 anak mengikuti sunatan massal di RSUD Caruban dan 115 anak lagi mengikuti sunatan massal di RSUD Dolopo. Peserta sunatan masal ini diikuti anak-anak dari 15 kecamatan se-Kabupaten Madiun," ucapnya.
Ia menambahkan, sunatan massal ini dilakukan oleh sekitar 40 tim medis yang profesional dan berpengalaman dan 2 dokter spesialis. Pihaknya juga telah menyiapkan total 14 tempat tidur untuk tindakan dan anestesi.
"Kami telah menyiapkan tenaga medis yang profesional sebanyak 40 orang, dua diantaranya spesialis bedah dan urologi, serta 12 tempat tidur untuk tindakan dan 2 tempat tidur untuk anestesi, dan memakai peralatan yang steril dan aman," imbuhnya.
Kegiatan sunatan massal ini bertujuan untuk membantu meringankan masyarakat kurang mampu dan secara agama khitan menjadi bagian dari kesempurnaan dan menjaga kesucian. Khitan juga di anggap sebagian dari fitrah dan merupakan syarat sahnya sholat bagi laki-laki dan mengurangi resiko infeksi
Terlihat anak-anak yang mengikuti sunatan massal ini terlihat antusias dan bersemangat, meskipun ada sedikit rasa takut dan gugup.
Acara sunatan massal ini juga di isi dengan berbagai kegiatan lain, seperti pemotongan tumpeng oleh Bupati Madiun, pemberian Bingkisan dan uang saku bagi anak-anak yang mengikuti sunatan.(red/tik)
