BREAKING NEWS

Dukung Pertanian Berkelanjutan, Dinas PUPR Kabupaten Madiun Bangun Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah di Desa Ngale

Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah di Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun 

Madiun Berita-1.id-  Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun memberikan bantuan pembangunan Sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) bagi Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA)  Tirta Mulya Desa Ngale, Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun. Jumat 22/8/2025.

Bantuan ini merupakan upaya pemerintah dan pihak terkait khususnya Dinas PUPR untuk menyediakan sumber air bersih dan irigasi yang lebih baik bagi lahan pertanian. Program ini menjadi salah satu langkah awal untuk mendukung infrastruktur penyediaan air irigasi dalam rangka mewujudkan Madiun yang BERSAHAJA (Bersih, Sehat dan Sejahtera).

Dijelaskan, Jaringan Irigasi Air Tanah adalah sistem irigasi yang memanfaatkan air tanah sebagai sumber air untuk mengairi lahan pertanian. JIAT biasanya terdiri dari sumur bor, instalasi pompa, dan jaringan perpipaan untuk mendistribusikan air ke lahan pertanian. 

Maskur Yatim Kabid SDA Dinas PUPR Kabupaten Madiun saat memberikan keterangan di ruang kerjanya

Maskur Yatim, selaku Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun dalam keterangannya menyampaikan ,  pembangunan JIAT ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan ketersediaan air bagi masyarakat, terutama bagi kelompok tani.

" Kami berharap, dengan adanya jaringan irigasi air tanah ini, kelompok tani dapat melakukan kegiatan pertanian dengan lebih efektif dan efisien. JIAT ini juga dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan mengurangi ketergantungan pada sumber air yang tidak stabil," ucapnya.

Ia menambahkan, dalam jangka panjang pembangunan JIAT ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan ketersediaan air bagi masyarakat dan mendukung kegiatan pertanian yang berkelanjutan.

"Dengan ketersediaan air yang cukup, petani dapat menerapkan pola tanam yang lebih berkelanjutan, seperti meningkatkan frekuensi tanam dalam setahun," imbuhnya.

Pembangunan JIAT ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghemat air dan menggunakan sumber daya alam secara bijak. Dengan demikian, masyarakat dapat hidup lebih sejahtera dan lingkungan tetap terjaga dengan baik.

Sementara itu Sugiono selaku ketua HIPPA Tirta Mulya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pemerintah atas pembangunan jaringan irigasi air tanah yang telah dilakukan di daerah mereka. Pembangunan jaringan irigasi ini telah membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, terutama bagi petani yang kini dapat melakukan kegiatan pertanian dengan lebih efektif dan efisien.

" Dengan adanya jaringan irigasi air tanah, petani dapat mengakses air dengan lebih mudah dan stabil, sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan hasil panen. Selain itu, jaringan irigasi ini juga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada sumber air yang tidak stabil dan mengurangi risiko kekeringan," 

Sugiono juga mengaku bersyukur dengan adanya program ini. "Tentunya dengan adanya program tersebut masyarakat bisa terbantu khususnya para tani," pungkasnya. 

Diketahui, pembangunan ini dilaksanakan oleh CV. Budi Luhur dengan nilai kontrak Rp. 344. 472. 960, 00,-. Masa pelaksanaan 90 hari kalender tahun anggaran 2025. Untuk konsultan pengawas dilakukan CV. Berdikari Berkah.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar