Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Kepada Masyarakat, RSUD Caruban Hadirkan Layanan Endoskopi, Metode Tepat Diagnosis Gangguan Saluran Cerna
![]() |
| Direktur RSUD Caruban drg.Farid Amirudin bersama dr. Pertiwi Rosanti, Sp.PD dan tim terlatih saat menghadirkan Layanan Endoskopi di RSUD Caruban |
Madiun, Berita-1.id- RSUD Caruban Kabupaten Madiun baru saja menghadirkan Layanan Endoskopi (Tindakan Teropong Saluran Cerna) untuk diagnosa penyakit pencernaan (Esofagogastroduodenoskopi dan Kolonoskopi), pada Senin 26 Januari 2026.
Layanan Endoskopi merupakan fasilitas diagnostik dan terapeutik modern yang krusial untuk deteksi dini serta penanganan gangguan saluran cerna (lambung, usus, kerongkongan) secara minimal invasif. Sebagai kelengkapan fasilitas, unit ini didukung dokter spesialis penyakit dalam dan tim terlatih.
dr. Pertiwi Rosanti, Sp.PD (spesialis penyakit dalam) RSUD Caruban menjelaskan, endoskopi adalah prosedur medis non-bedah untuk memeriksa organ dalam tubuh (terutama saluran cerna) secara langsung menggunakan alat khusus bernama endoskop, yaitu selang tipis, lentur, dan dilengkapi kamera, kamera tersebut akan disambungkan ke monitor untuk memproyeksikan gambar yang ditangkap.
Berdasarkan jalur masuknya ke dalam tubuh, khususnya dalam prosedur saluran pencernaan, terdapat dua jenis utama endoskopi yaitu endoskopi atas dan endoskopi bawah.
"Endoskopi atas, atau disebut juga Esofagogastroduodenoskopi (EGD). Alat ini dimasukkan melalui mulut, melewati kerongkongan (esofagus), lambung, hingga bagian pertama usus duabelas jari (duodenum). Tujuannya untuk memeriksa Kemungkinan ada perdarahan saluran cerna, pengambilan benda asing yang tertelan dan ada keganasan atau tumor di saluran cerna, sehingga bisa bantu di tegakan diagnosa melalui endoskopi,"
"Endoskopi Bawah (Kolonoskopi). Alat dimasukkan melalui anus dan rektum untuk memeriksa usus besar (kolon) dan bagian akhir usus. Tujuannya Mendeteksi polip, kanker kolorektal, peradangan usus, atau perdarahan pada saluran cerna bawah," jelasnya.
dr.Pertiwi menegaskan, pada umumnya, pasien diharuskan berpuasa selama 12 jam sebelum tindakan endoskopi dilakukan (endoskopi atas) , ini untuk memastikan lambung kosong. Tindakan ini tidak membutuhkan waktu terlalu lama seandainya tidak terjadi komplikasi.
"Sebelum dilakukan endoskopi, pasien diharuskan berpuasa selama 12 jam. Tindakan ini membutuhkan waktu yang relatif singkat sekitar 10-15 menit untuk saluran cerna atas. Sedangkan untuk saluran cerna bawah (Kolonoskopi) sekitar 30-60 menit," ucapnya.
Lanjutnya, sebagian besar prosedur endoskopi tidak memerlukan rawat inap dan pasien dapat pulang di hari yang sama (one day care) setelah observasi selama 1-2 jam atau maksimal 24 jam ruang pemulihan. Pasien hanya perlu beristirahat dan akan di pantau untuk memastikan efek sedasi hilang dengan didampingi perawat endoskopi yang terlatih.
"Baik endoskopi bawah maupun endoskopi atas, pasien tidak memerlukan rawat inap. Hanya pada pasien dengan kondisi khusus rawat inap mungkin diperlukan jika tindakan endoskopi disertai intervensi medis tertentu misalnya terjadi komplikasi," imbuhnya.
![]() |
| Direktur RSUD Caruban drg.Farid Amirudin |
Sementara itu, Direktur RSUD Caruban drg.Farid Amirudin menyampaikan, pengadaan alat endoskopi ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2023 dengan total anggaran sebesar Rp 3,2 miliar. Pengadaan ini merupakan langkah konkret pemanfaatan dana DBHCHT dalam bidang kesehatan, yaitu peningkatan sarana prasarana fasilitas pelayanan kesehatan untuk pelayanan yang lebih cepat dan tepat.
"Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2023 di RSUD Caruban sepenuhnya fokus untuk pengadaan alat-alat kesehatan. Kebijakan ini dilakukan guna memperkuat sarana pelayanan medis serta meningkatkan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat," tuturnya.
Terkait mekanisme pengawasan, pihak RSUD Caruban memastikan seluruh proses pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan terkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Sebelumnya, RSUD Caruban telah memiliki Bronkoskopi (paru-paru) dan Lapaoroskopi. Dengan berbagai layanan yang disediakan, RSUD Caruban selalu mengutamakan kualitas pelayanan, inovatif dalam pengembangan pelayanan, adaptif pada perkembangan dan kemajuan teknologi serta berorientasi pada kebutuhan pasien.
"Kami berharap, dengan endoskopi, dokter dapat mendeteksi penyakit lebih dini dan memberikan intervensi langsung secara signifikan, meningkatkan ketepatan dan kecepatan diagnosa pasien. Selain itu, pengadaan alat endoskopi ini bukan hanya tentang penambahan fasilitas, melainkan bentuk nyata dan komitmen RSUD Caruban untuk meningkatkan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak perlu dirujuk keluar," pungkasnya.

