BREAKING NEWS

Pemkab Madiun Gelar Operasi Pasar Mandiri dan Bazar Ramadhan, Upaya Stabilkan Harga Jelang Idul Fitri 2026

Bupati dan Wakil Bupati Madiun memantau langsung Pasar Murah Mandiri yang digelar di halaman Pendopo Ronggo Djoemeno Caruban 

Madiun, Berita-1.id- Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M. Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Perdagangan  Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdagkop UM) menggelar Operasi Pasar Mandiri dan Bazar Ramadhan. 

Opersasi Pasar Mandiri ini adalah salah satu bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah untuk hadir di tengah masyarakat. Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan inflasi daerah dan menjaga stabilitas harga pangan, terutama saat terjadi lonjakan harga di Bulan Suci Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri.

"Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok berkualitas dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar saat ini," ujar Bupati Madiun H. Hari Wuryanto saat memantau langsung opersasi pasar mandiri yang berlangsung di Alun-Alun Utara Caruban, Senin (9/4/2025).

Untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil, Bupati mengatakan, Pemkab Madiun selalu berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID)

"Kita pantau, kalau ada kenaikan harga kita langsung turunkan," kata Bupati dengan tegas.

Menanggapi penyebab harga cabe yang masih tinggi Bupati menjelaskan,dikarenakan hasil produksi menurun akibat curah hujan yang cukup tinggi, sementara permintaan cabe melonjak. 

"Saat ini kita belum bisa menstabilkan harga cabe, pasokan cabe dari Pare dan Magetan. Tapi untuk kebutuhan gula, beras, telur, minyak sudah aman, kita bekerjasama dengan Bolog. Mudah-mudahan kedepannya kita bisa atasi," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Disperdagkop UM Kabupaten Madiun, Budi Santoso mewakili Kepala Dinas, menjelaskan bahwa operasi pasar mandiri ini merupakan kegiatan rutin tahunan, dengan menggandeng stakeholder terkait. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan terbuka untuk umum. 

"Kegiatan ini berlangsung selama satu hari. Ada 14 stakeholder yang turut ambil bagian meramaikan operasi mandiri pada hari ini," jelasnya.

Lanjutnya, pasar  mandiri ini berbeda dengan operasi pasar biasa yang mungkin mengandalkan subsidi penuh dari APBD. Ini menggandeng langsung para distributor, pelaku usaha, UMKM, dan toko swalayan secara mandiri atau sukarela. Dan lebih menekankan pada fasilitasi tempat dan koordinasi oleh pemerintah daerah  agar pengusaha dapat menjual barang kebutuhan pokok langsung ke masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau.

"Bahan pokok yang dijual di pasar mandiri  ini tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah, melainkan langsung dari produsen dan distributor yang menurunkan harga sesuai standar mereka," terang Budi. 

Budi mengimbau, bagi masyarakat yang belum kebagian, jangan khawatir, pasar murah mandiri kembali hadir selama 5 hari kedepan mulai hari ini sampai Jumat kedepan di halaman gedung Kampung Pesilat jam 14.00 WIB.

"Diharapkan dengan digelarnya opersasi pasar  mandiri ini dapat menjadi solusi praktis yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat saat Ramadhan dan menjelang Lebaran dengan harga yang lebih terjangkau,"pungkasnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar