BREAKING NEWS

Dukcapil Kabupaten Madiun Luncurkan Aplikasi "Sarapan Pecel", Urus Dokumen Kependudukan Kini Cukup dari Desa

 Acara peluncuran Aplikasi "Sarapan Pecel" Dukcapil Kabupaten Madiun di Pendopo Mudagraha 

MADIUN, Berita-1.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Madiun resmi meluncurkan aplikasi "SARAPAN PECEL" – Sistem Administrasi Kependudukan Pelayanan Cepat dan Langsung, Kamis (24/4/2026). 

Program ini hadir sebagai solusi nyata bagi warga desa agar dapat mengurus dokumen kependudukan dengan lebih efektif , cepat dan mengurangi jarak dan waktu tempuh warga yang sebelumnya harus ke Mall Pelayanan Publik (MPP) atau kantor kecamatan, kini cukup di kantor desa.

Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Madiun Sigit Budiarto menjelaskan SARAPAN PECEL hadir menjawab 3 keluhan utama masyarakat: antrean panjang, harus izin kerja, dan rawan calo. 

Inovasi ini juga bertujuan memangkas birokrasi dan mendekatkan pemerintah kepada masyarakat melalui pelayanan satu pintu di tingkat desa (one stop service).  Pengurusan 15 layanan adminduk dari hitungan hari menjadi 5 menit, langsung bisa di akses dari HP warga.

“Dengan SARAPAN PECEL, warga cukup klik, unggah foto, verifikasi face recognition, dan dokumen digital bertanda tangan elektronik langsung terbit. Bisa diakses 24 jam, gratis, tanpa tatap muka,” tegasnya.

Tahun 2026, Dukcapil Madiun menargetkan 70% layanan adminduk beralih ke SARAPAN PECEL untuk mewujudkan _Zero Antrean_ di kantor. Aplikasi ini juga terintegrasi dengan mesin ADM di 15 kecamatan, sehingga warga tetap bisa cetak KTP-el dan KIA di desa.

“Ini bukan sekadar aplikasi, tapi cara baru Dukcapil melayani warga, kenyang layanan, bukan kenyang nunggu. Kami pilih nama Pecel karena makanan khas Madiun, biar gampang diingat. Filosofinya, ngurus adminduk harus secepat orang sarapan dan sekenyang makan pecel puas pelayanannya," terangnya.

Sigit menjelaskan aplikasi SARAPAN PECEL beda dengan yang terdahul, end-to-end_ 15 layanan: dari KTP-el, KK, akta, sampai pindah datang, semua di 1 aplikasi. Kedua, pakai _face recognition + liveness detection_, jadi aman dari joki data. Ketiga, terintegrasi TTE dan mesin ADM. Dokumen digital langsung jadi, mau cetak fisik tinggal ke kecamatan terdekat. Gak perlu ke kantor kabupaten.

Bahkan untuk masyarakat yang tidak melek digital pun kami permudah. Pertama, aplikasi ini simpel, ada tutorial video bahasa Jawa. Kedua, kami latih 198 operator di desa/kelurahan jadi ‘Duta Pecel’. Mereka dampingi warga yang kesulitan. Ketiga, tetap buka layanan tatap muka. Jadi SARAPAN PECEL itu pilihan, bukan paksaan. Target kami lansia dan difabel tetap terlayani.” jelasnya.

Sigit menambahkan , 2026 ini target 70% layanan via SARAPAN PECEL dan _Zero Antrean_ fisik. 2027 kami buka integrasi ke BPJS, Bank, dan Pajak. Jadi sekali update KK, data langsung berubah di semua layanan. Itu mimpi kami: Madiun jadi kabupaten tanpa fotokopi.”harap Kadis Dukcapil yang sekarang juga (Pejabat) Pj. Sekda Kabupaten Madiun ini.

Dengan diluncurkannya aplikasi SARAPAN PECEL, ini menunjukkan Dukcapil Kabupaten Madiun membuktikan bahwa birokrasi Madiun Bersahaja itu ; sederhana prosesnya, sejahtera hasilnya dan membahagiakan warganya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar