BREAKING NEWS

Setelah Viral Pembubaran Diskusi dan Bedah Buku Reset Indonesia, Camat Madiun Klarifikasi dan Menyampaikan Permohonan Maaf

Camat Madiun Muhsin Harjoko didampingi Koramil dan Polsek Nglames menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf ( foto istimewa)

Madiun, Berita-1.id-  Usai viralnya pembubaran acara Diskusi dan Bedah Buku Reset Indonesia yang digelar pada Sabtu malam (20/12/2025) di Pasar Pundensari, Desa Gunungsari, Kecamatan Madiun, Jawa Timur, memicu perhatian publik.

Menanggapi viralnya kejadian tersebut, Camat Madiun Muhsin Harjoko akhirnya menyampaikan klarifikasi terbuka sekaligus permohonan maaf kepada masyarakat.

Dalam pernyataannya, Muhsin menegaskan bahwa langkah pembubaran tersebut tidak dimaksudkan untuk membatasi diskusi, literasi, maupun kebebasan berekspresi.

"Kami menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas beredarnya video yang memperlihatkan adanya tindakan pembubaran kegiatan diskusi dan bedah buku Reset Indonesia," kata Muhsin dalam keterangannya.

Berdasarkan pertimbangan keamanan dan kondusivitas lingkungan Pasar Pundensari serta masyarakat Desa Gunungsari, saya selaku Camat Madiun memutuskan untuk membubarkan kegiatan tersebut.

Meski demikian, Muhsin menekankan bahwa pemerintah tidak menutup ruang diskusi dan kebebasan berekspresi.

la menegaskan dukungan terhadap kegiatan literasi dan diskusi ilmiah selama memenuhi prosedur pemberitahuan dan aspek keamanan.

"Kami mendukung diskusi ilmiah dan kebebasan berekspresi, sepanjang prosedur pemberitahuan dan aspek keamanan terpenuhi," tuturnya.

Lanjutnya, kegiatan diskusi yang dimulai sekitar pukul 19.30 WIB tersebut tidak disertai pemberitahuan resmi maupun tertulis kepada Pemerintah Desa Gunungsari.

la menyebut, Polsek Nglames hanya menerima informasi berupa pesan WhatsApp berisi file PDF pemberitahuan dari nomor yang tidak dikenal, yang diteruskan melalui Bhabinkamtibmas.

"Atas dasar itu, Polsek Nglames, Koramil Madiun, tim kecamatan, dan pemerintah desa hadir di lokasi semata-mata untuk melakukan monitoring guna memastikan keamanan dan keselamatan penyelenggara maupun masyarakat sekitar," jelasnya.

Namun, setelah mempertimbangkan situasi di lapangan dan potensi dampak sosial, Muhsin mengaku mengambil keputusan untuk menghentikan kegiatan tersebut.

"Berdasarkan pertimbangan keamanan dan kondusivitas lingkungan Pasar Pundensari serta masyarakat Desa Gunungsari, saya selaku Camat Madiun memutuskan untuk membatalkan kegiatan tersebut," pungkasnya

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar