BREAKING NEWS

Manajemen Madiun Umbul Square Mulai Bayarkan Gaji Eks Karyawan


Foto:Direktur MUS, Agus Mahendra, didampingi Ketua SBMR, Aris Budiono, saat menyerahkan cicilan gaji eks karyawan, pada Sabtu (10/1/2026) (ist)


Madiun, Berita-1.id- Pembayaran tunggakan hak gaji bagi para mantan karyawan, akhirnya mulai dibayarkan Manajemen Perusahaan Daerah Madiun Umbul Square (MUS).

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab di tengah upaya pemulihan kondisi keuangan managemen yang sempat down.

Direktur MUS, Agus Mahendra, menyampaikan bahwa pihaknya telah mulai menghubungi 27 mantan karyawan untuk proses pengambilan angsuran kekurangan gaji. 

Menurutnya, pada tahap awal ini, telah disiapkan dana total sebesar Rp27 juta.

“Mulai kemarin kami sudah menghubungi teman-teman eks karyawan. Ada 27 orang yang kami komunikasikan untuk mengambil angsuran kekurangan hak gaji. Kami sampaikan permohonan maaf karena belum bisa memberikan lebih,” ujar Agus Mahendra, pada Sabtu (10/1/2026).

Lebih jauh ia menambahkan bahwa pihak manajemen berkomitmen untuk menyelesaikan kewajiban tersebut secara bertahap. 

“InsyaAllah dalam satu tahun ke depan, jika kondisi keuangan Umbul memungkinkan, akan kami cicil lagi. Semoga ke depan Umbul bisa lebih baik,” ungkapnya.

Sebelumnya, permasalahan ini sempat memanas usai para mantan karyawan yang didampingi Serikat Buruh Madiun Raya (SBMR) menuntut hak mereka. 

Setidaknya total ada 14 eks karyawan yang memperjuangkan gaji selama tujuh bulan yang belum terbayar, termasuk uang pesangon pasca-PHK.

Usai upaya mediasi bipartit dan tripartit, permasalahan ini sempat menemui jalan buntu hingga berujung unjuk rasa ke DPRD Kabupaten Madiun.

Dalam hal ini, Ketua SBMR, Aris Budiono, menjelaskan bahwa total tuntutan untuk 14 mantan karyawan tersebut mencapai sekitar Rp504 juta. 

Untuk pencairan tahap awal tersebut, dirinya menyebut jika masing-masing karyawan menerima Rp1 juta.

“Hari ini pihak Umbul Square mencicil kekurangan upah. Pembayaran dilakukan langsung oleh Dirut. Rencananya pembayaran akan dilakukan setiap dua bulan sekali karena kondisi keuangan yang belum stabil,” kata Aris.

Meskipun masih terdapat selisih perhitungan antara pihak manajemen MUS dan SBMR yang saat ini masih dimediasi oleh Disnaker Kabupaten Madiun, pihak serikat buruh memberikan apresiasi atas itikad baik manajemen dan Pemerintah Kabupaten Madiun.

“Kami mengapresiasi niatan Umbul Square dan menghargai upaya Pemkab Madiun dalam melakukan percepatan pemulihan objek wisata ini,” ujarnya.

Aris mengajak masyarakat untuk kembali meramaikan Madiun Umbul Square agar pendapatan tempat wisata tersebut meningkat dan mampu menyelesaikan kewajiban kepada pekerja.

“Kami berharap masyarakat Madiun berwisata ke Umbul Square. Ini adalah objek wisata legendaris, jangan sampai hanya tinggal kenangan,” tandasnya.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar