BREAKING NEWS

Meriah Sepasma Wilayah Tengah! Semangat “Handarbeni Lan Nyawiji” Strategi Sosiokultural yang Efektif untuk Pemasaran Pariwisata Daerah

Bupati Madiun Hari Wuryanto didampingi Wakil Bupati Madiun dr Purnomo Hadi saat memberikan sambutan di acara pembukaan Sepasma di lapangan Tiron 

Madiun, Berita-1.id– Suasana hangat dan penuh semangat kembali menyelimuti Lapangan Tiron, Kecamatan Madiun. Gelaran tahunan yang paling dinanti-nanti warga, Sepasar Ing Madiun atau Sepasma 2026 Wilayah Tengah, resmi dibuka dengan kemeriahan yang menyatukan hati ribuan orang dari berbagai penjuru wilayah. Tahun ini, pesta rakyat yang telah menjadi tradisi tahunan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Ke-458 Kabupaten Madiun mengangkat tema “Handarbeni Lan Nyawiji”. Tema ini yang memiliki makna mendalam: saling memiliki, saling peduli, dan bersatu padu. Tema ini bukan sekadar kalimat penghias acara, melainkan cerminan dari jati diri masyarakat Madiun yang telah terjaga turun-temurun.

Dalam semangat Handarbeni, kita menyadari bahwa Kabupten Madiun adalah rumah kita bersama. Setiap sudut wilayah, setiap warganya, adalah bagian dari diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita bertanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan memajukannya. Sementara makna Nyawiji mengingatkan kita bahwa kekuatan terbesar terletak pada persatuan. Perbedaan latar belakang, pekerjaan, maupun kebiasaan tidak boleh menjadi pemisah, melainkan menjadi kekayaan yang menyatukan langkah kita. Seperti yang disampaikan Bupati Madiun Hari Wuryanto saat membukaan Sepasma wilayah tengah dilapangan Tiron pada Rabu malam (1/7/2026).

Bupati juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan semangat Handarbeni Lan Nyawiji ini tidak hanya terasa selama acara berlangsung, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Jadikan rasa saling memiliki dan kepedulian sebagai landasan dalam bertetangga, bekerja sama, dan membangun daerah ke arah yang lebih baik. Pemerintah Daerah akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini, karena kita percaya bahwa kemajuan Madiun tidak dapat dicapai sendirian, melainkan melalui kerja sama dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat," ucapnya.

Sesi foto bersama dan pemberian santunan kepada anak-anak yatim

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata pada Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun Dian Widayanti, S.E., M.Si mewakili Kepala Dinas Parpora menegaskan bahwa pemilihan tema ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat saat ini. 

Menurutnya  pemilihan tema "Handarbeni Lan Nyawiji" dalam penyelenggaraan Sepasma 2026 Wilayah Tengah bukan sekadar pemilihan kata, melainkan sebuah langkah strategis yang memiliki dampak ganda: mendongkrak sektor pariwisata sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat secara langsung. Strategi ini mengubah pola pemasaran konvensional menjadi gerakan berbasis komunitas yang organik dan berkelanjutan. 

“Tema yang bermakna saling memiliki, saling peduli, dan bersatu padu ini menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan Sepasma dengan acara lainnya. Nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya membentuk identitas khas Madiun, sehingga mampu menarik minat pengunjung tidak hanya dari dalam daerah, tetapi juga dari luar wilayah Kabupaten Madiun,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa ketika wisatawan merasakan suasana kebersamaan dan keramahan yang tercermin dari semangat tema tersebut, pengalaman berkunjung akan menjadi lebih berkesan. Hal ini secara otomatis membangun citra positif Madiun sebagai tujuan wisata yang ramah, harmonis, dan kaya akan budaya merupakan faktor utama yang membuat orang ingin kembali berkunjung.

“Dari sisi ekonomi, semangat bersatu dan saling memiliki ini mendorong partisipasi aktif warga, terutama pelaku usaha mikro, pedagang kuliner, pengrajin, dan seniman lokal. Sepasma menjadi wadah promosi sekaligus pasar nyata bagi mereka untuk memperkenalkan dan menjual hasil karya serta produk unggulan daerah. Semakin banyak pengunjung yang datang, semakin tinggi pula perputaran uang di tengah masyarakat, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan warga setempat,” jelasnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pendekatan berbasis nilai budaya ini menjadikan pariwisata berjalan berkelanjutan. "Inilah  kunci agar sektor pariwisata terus tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi semua pihak,” pungkasnya.

Semangat “Handarbeni Lan Nyawiji” kini melambung tinggi di tengah lapangan Tiron, membawa harapan baru bagi Madiun yang semakin erat, semakin peduli, dan semakin maju bersama.


Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar