BREAKING NEWS

Melesat 350 Km/Jam! Begini Keseruan Media Daop 7 Madiun Naik Whoosh Halim–Bandung

 

Rombongan Media dari wilayah Daop 7 Madiun  


Jakarta, Berita-1.id — Rombongan awak media dari wilayah Daop 7 Madiun mendapat kesempatan istimewa untuk mencoba langsung kereta cepat Whoosh. Perjalanan dimulai dari Stasiun Halim, Jakarta Timur, menuju Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Pengalaman ini memberikan wawasan nyata mengenai kualitas layanan transportasi massal tercepat di Indonesia saat ini.

Sesampainya di Stasiun Halim, rombongan jurnalis disambut hangat oleh petugas dan dipandu melewati alur keberangkatan. Suasana stasiun terasa sangat modern, bersih, dan informatif.

Saat kereta mulai bergerak dan melesat hingga kecepatan 350 km/jam rombongan merasakan kelancaran perjalanan yang luar biasa. Menariknya, nyaris tidak ada guncangan yang terasa sama sekali meskipun kereta sedang melaju dalam kecepatan operasional tertinggi.

Manager Corporate Communication PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Emir Monti menyambut baik kunjungan ini.

"Kami sangat senang memperkenalkan langsung layanan Whoosh kepada rekan-rekan media dari berbagai daerah, termasuk dari wilayah Madiun. Kereta Cepat Whoosh bukan sekadar moda transportasi yang mempersingkat waktu tempuh, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang baru, efisien, dan terintegrasi dengan moda lanjutan," ujar Emir pada Rabu (21/10/2026).

Emir menambahkan bahwa Whoosh merupakan kereta cepat pertama di Asia Tenggara. Kehadirannya membawa standar baru transportasi yang cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat luas. Masyarakat yang ingin mencoba, Whoosh menawarkan fleksibilitas tinggi dengan lebih dari 60 perjalanan setiap hari.

• Keberangkatan pertama: Pukul 06.25 WIB dari Stasiun Halim.

• Keberangkatan terakhir: Pukul 21.25 WIB.

• Waktu tempuh Halim–Padalarang: Hanya sekitar 30 menit.

Setelah tiba di Padalarang, penumpang dapat langsung melanjutkan perjalanan ke Stasiun Cimahi atau Stasiun Bandung menggunakan KA Feeder dengan waktu tempuh sekitar 20 menit. Jadwal perpindahan kereta ini sudah disesuaikan agar berjalan mulus tanpa waktu tunggu yang lama.

Whoosh juga menyediakan tiga kelas layanan yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penumpang:

• Premium Economy: Rp150.000 – Rp250.000

• Business Class: Rp450.000

• First Class: Rp600.000

"KCIC menerapkan sistem tarif dinamis (dynamic pricing) artinya, masyarakat yang memesan tiket lebih awal memiliki kesempatan besar untuk mendapatkan pilihan jadwal yang lebih lengkap sekaligus harga yang lebih hemat," imbuhnya.

Proses pemesanan tiket kini sepenuhnya digital dan sangat praktis. Calon penumpang bisa memesan melalui:

Aplikasi resmi Whoosh.

Situs resmi tiket.kcic.co.id

Aplikasi mitra resmi seperti Access by KAI, Livin' by Mandiri, dan BRImo.

Loket dan mesin tiket mandiri di stasiun.

Setelah pembayaran sukses, penumpang akan menerima kode QR pada aplikasi. Kode ini berfungsi sebagai tiket digital untuk langsung dipindai (scan) di gerbang peron, sehingga tidak perlu lagi mencetak tiket fisik.

Apresiasi besar pun datang dari perwakilan rombongan media Daop 7 Madiun, Ajun. Ia mengaku sangat terkesan dengan efisiensi waktu yang ditawarkan oleh Whoosh.

"Pengalaman yang luar biasa! Cepat, nyaman, dan tepat waktu. Semoga ke depannya semakin banyak masyarakat yang bisa menikmati kemudahan transportasi modern seperti ini," pungkas Ajun dengan antusias.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar