Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 2026: Lestarikan Budaya dan Jaring Bibit Pesilat Berprestasi Sejak usia Dini
![]() |
| Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup antar pelajaran se-Kabupaten Madiun 2026 di Gedung Korpri |
MADIUN, Berita-1.id — Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga bekerja sama dengan Dinas Pendidikan menggelar Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup Antar Pelajar se-Kabupaten Madiun Tahun 2026. Ajang bergengsi ini memperebutkan Piala Bergilir Bupati Madiun, sekaligus menjadi langkah nyata memperkuat identitas Madiun sebagai "Kampung Pesilat" dan menjaring bibit atlet berprestasi sejak usia dini.
Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, secara resmi membuka kejuaraan pencak silat di Gedung Korpri pada Selasa, 3 November 2026. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga bela diri, melainkan warisan luhur budaya bangsa yang membentuk karakter, kedisiplinan, keberanian, dan sportivitas.
"Kompetisi ini menjadi wadah penting pembinaan berkelanjutan. Melalui jam terbang yang terus dipupuk, kita tidak hanya mencetak pesilat berprestasi di kancah nasional maupun internasional, tetapi juga melahirkan generasi muda Madiun yang berakhlak mulia dan bermental baja," ujar Bupati Hari Wuryanto di hadapan ratusan kontingen dan ofisial.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun, Puji Rahmawati, menjelaskan tujuan diselenggarakannya kejuaraan ini, yaitu:
- Mengukur pencapaian pembinaan dan prestasi olahraga pencak silat di Kabupaten Madiun
- Melahirkan dan mencetak calon-calon atlet pencak silat untuk dipersiapkan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim ke-10 di Surabaya
Kejuaraan berlangsung pada 3–5 November 2026 dan diikuti oleh sekitar 500 peserta. Penghargaan yang diperebutkan berupa uang pembinaan, medali, dan piagam penghargaan — sebagai bagian dari upaya berkelanjutan menumbuhkan budaya olahraga sejak dini sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.
"Kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi sarana pembinaan karakter dan pelestarian budaya lokal. Kami berharap semangat pencak silat terus tumbuh di kalangan pelajar, sehingga Madiun tidak hanya dikenal sebagai Kampung Pesilat secara nama, tetapi dalam kenyataan," jelas Puji Rahmawati.
Kejuaraan tahun ini diikuti 500 pesilat muda dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs se-Kabupaten Madiun. Pertandingan terbagi menjadi dua kategori utama:
- Kategori Tanding — menguji kemampuan fisik berdasarkan kelas berat badan
- Kategori Seni — meliputi nomor Tunggal, Ganda, dan Regu
Semangat dan solidaritas terlihat sangat kental sejak hari pertama. Para peserta tampil percaya diri menampilkan keindahan jurus, teknik kuncian, dan tendangan pencak silat dengan penuh penghayatan.
Selain menjaring atlet, kejuaraan ini juga diharapkan dapat membentengi pelajar dari kenakalan remaja dan perundungan. Dengan menyalurkan ke kegiatan yang positif, nilai-nilai luhur pencak silat diharapkan dapat tertanam kuat di setiap generasi muda Madiun.
Pada puncak kejuaraan nanti akan lahir juara umum yang berhak membawa pulang Piala Bergilir Bupati Madiun 2026 serta beasiswa pembinaan prestasi atlet dari pemerintah daerah.
