Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pemdes Randugede Budidaya Ikan Nila
![]() |
| Pembangunan kolam ikan di lingkungan Serimpi desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan (foto Redho/Iwan) |
Magetan Berita-1.id- Pembangunan kolam ikan yang berada di lingkungan Serimpi RT 01 RW 01, tepatnya di depan area wisata lokal Desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan Jatim, sebagai wujud dalam mendukung program ketahanan pangan nasional di tahun 2025 ini.
Yang fungsinya untuk membudidaya ikan nila sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Program ini juga nantinya dijalankan melalui kerja sama antara Pemdes Randugede dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai pengelola utama, dengan tujuan meningkatkan produksi ikan sebagai sumber pangan sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.
Kunzani Widaya, SPt selaku Kepala Desa Randugede waktu dikonfirmasi mengatakan terkait hal tersebut, tetap berkolaborasi pengelolaannya oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes), yang kedepan sebagi pendukung Resto Lembah Serimpi wisata lokal tersebut.
"Dengan pengelolaan oleh Bumdes, harapan tetap ada kesinambungan dari program ini. Hasilnya nanti tidak hanya dirasakan oleh pengelola, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan pangan masyarakat desa, "terangnya.
Sebagaimana diketahui bangunan kolam ikan tersebut, juga ada pembangunan untuk Kantor Kopdes Randugede. Yang pembangunannya semua dilaksanakan secara swakelola dengan memanfaatkan sumber daya masyarakat setempat. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk efisiensi, tetapi juga sebagai bentuk pemberdayaan warga dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa.
"Mengenai bangunan kolam ikan, terealisasi anggaran dari APBDes DD tahun 2025, dengan volume 9 x23 meter (kolam 6x18 meter), senilai 194,693,500 juta rupiah, "jelasnya sambil menunjuk papan informasi yang sudah ada.
Kunzani Widaya, SPt juga mengatakan mengenai dipilihnya budidaya ikan nila, dikarenakan citra dari olahan ikan nila tersebut, peminat dari pengunjung sangat besar. Hal ini untuk mencegah kelangkaan stock ikan nila sendiri dari pemasok yang ada.
"Dengan adanya kolam ikan budidaya nila ini, dapat menutupi kekurangan stock nila di Resto Wisata Desa Lembah Serimpi. Selain itu nantinya hasil dari budidaya ikan nila ini juga akan dijual dipasar regional dengan sistem bagi hasil yang melibatkan BUMDes dan kelompok tani setempat, "kata Kunzani Widaya, SPt menjelaskan.
Lebih lanjut, ia juga menyatakan dari pendapatan yang dihasilkan, tetap akan digunakan untuk mendukung program-program pembangunan desa, seperti pengadaan infrastruktur dan pelatihan kewirausahaan.
Terhadap bangunan kolam budidaya ikan ini merupakan langkah konkret dari pihaknya (Pemdes) dalam memperkuat ketahanan pangan lokal berbasis potensi desa. Dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan perekonomian masyarakat jangka panjang. (Nw/Rd)
