BREAKING NEWS

Peluncuran Buku Biodiversitas 2025, Pemkab Trenggalek Dukung Pelestarian Keanekaragaman Hayati

Bupati Trenggalek Mas Ipin bedah buku Biodiversitas 2025 di Amphiteather Hutan Kota Trenggalek (foto istimewa)

Trenggalek, Berita-1.id-  Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, atau yang akrab disapa Mas Ipin dukung upaya pelestarian keanekaragaman hayati di daerahnya melalui peluncuran "Buku Biodiversitas 2025" salah satu pemenang Festival Gagasan Lan Aksi  (Galaksi) Kabupaten Trenggalek 2025 di Amphiteather Hutan Kota Trenggalek, Senin (9/2), menurutnya Biodiversitas  merupakan salah satu upaya menjaga keseimbangan alam. 

Buku ini merupakan database komprehensif keanekaragaman hayati di Kabupaten Trenggalek yang mencakup data flora dan fauna dari empat lokasi penelitian utama: Hutan Kota, Perkebunan Dilem Wilis, Jalur Lintas Selatan (JLS), dan kawasan pesisir.

Tujuannya disususn sebagai upaya pengarsipan alam untuk mendukung pelestarian ekosistem dan visi Trenggalek menuju Net Zero Carbon.

Menurut Mas Ipin, dalam aktivitas keseharian manusia tidak lepas dari ketergantungan alam. Mulai dari udara, air, tanah dan yang lainnya, sehingga sudah sepatutnya manusia itu harus menjaga keberlangsung alam. Tidak hanya hutannya saja melainkan juga flora dan fauna di dalamnya. 

Rantai makanan perlu terjaga, karena bila tidak terjaga maka akan terjadi ketimpangan dimana hewan pemangsa misalnya akan masuk ke pemukiman untuk mencari makan. Kondisi seperti ini tentu akan mengganggu keberlangsungan hidup. Ditanya mengenai Biodiversitas, Mas Ipin menegaskan, "penting karena kita hidupkan tergantung pada alam. Udara yang kita hirup, kemudian air yang kita konsumsi, semua bersumber dari alam," ucap Mas Ipin.

Mas Ipin menambahkan, "kalau rantai makanannya yang tadi disebut oleh Kepala BKSDA terputus, pasti nanti akan mengganggu pemukiman," imbuhnya.

Makanya kalau tidak kepingin sering-sering banyak ular main ke rumah atau kemana, hutannya harus kita jaga. Apalagi kita negara agraris, banyak atau hampir 70% penyerbukan itu kita masih tergantung sama  Kupu-kupu, sama Burung-burung, sama Kelelawar maupun hewan-hewan lain yang membantu penyerbukan. Akhirnya kita bisa merasakan panen. 

Jadi ini inventarisasi terus nanti tindak lanjutnya di Huko akan kita bentuk semacam Giants Aviari atau semacam Jaring Aviari. Sehingga satwa-satwa yang ada nanti tidak dikandang lagi. 

Tapi tentu prosesnya akan lama dan itu masuk dalam skema komponen kota atraktif.  Jadi tidak atraktif bagi manusianya tapi juga seluruh flora dan fauna yang ada di dalamnya. Sehingga nanti terjadi keseimbangan.

Yang pertama dan paling penting sekarang kita mempersiapkan Guardian-Guardian atau penjaga-penjaga dulu. Saya senang Mas Ahmat yang tadi bikin bukunya dan menang festival gagasan, dia rajin turun ke sekolah-sekolah dan sebagainya. 

"Harapannya, semua masyarakat sadar pentingnya menjaga flora dan fauna itu, harapan saya tidak akan diburu. Karena tadi bentuk Burung-burungnya, bahkan saya hampir  jarang melihat juga. Banyak yang bagus-bagus dan aneh-aneh. Jangan sampai ditangkap terus dijual belikan. Ya itu yang sangat tidak kita harapkan," tandas Mas Ipin.

Selain Bupati Trenggalek, turut hadir dalam Diseminasi Buku Biodiversitas Trenggalek 2025 ini Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur Nur Patria Kurniawan, yang juga mendukung  dan menegaskan pentingnya Biodiversitas ini. Dalam kegiatan ini Kepala BBKSDA Jatim itu menyampaikan bawasannya ternyata Trenggalek punya potensi yang namanya Lola Merah. Ini merupakan hewan jenis Siput yang cangkangnya memiliki warna yang sangat menarik dan umumnya digunakan sebagai bahan pembuat kancing dan cat.

Selain potensi keanekaragaman hayati, Nur Patria juga mendukung upaya Bupati Trenggalek yang melestarikan alamnya. Menurutnya nanti ada yang dicari orang, bukan tumpukan uang melainkan kembali ke alam, tegasnya. Karena orang lupa bersyukur, yang paling sederhana saja yaitu bernafas. Semakin banyak polusi, maka orang akan mencari tempat dimana udara itu masih segar. Kalau kita sakit bernafas dengan oksigen itu mahal, tandas, Kepala BKSDA Jatim itu.


Sumber

Prokopim TGX

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar