BREAKING NEWS

Slogan Unik 'Ben Bahagia Kudu Kerjo' Warnai Job Fair Kabupaten Madiun 2026

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto  saat memberikan sambutan pada acara job fair 2025

MADIUN, Berita-1.id – Pendopo Ronggo Djoemeno, Caruban, mendadak berubah wajah. Biasanya identik dengan agenda pemerintahan yang formal dan penuh sambutan, kini tempat itu disulap menjadi arena berburu masa depan. Ribuan pencari kerja datang membawa map lamaran, harapan, dan sedikit keberanian untuk menantang kerasnya persaingan dunia kerja.

Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) resmi menggelar “Job Fair 2026 Kabupaten Madiun Bersahaja” selama dua hari, Selasa-Rabu, 19-20 Mei 2026. Di tengah angka pengangguran yang masih menjadi pekerjaan rumah tahunan, pemerintah mencoba tampil sebagai jembatan antara dunia industri dan para pencari nafkah.

Dengan slogan khas lokal “Ben Bahagia Kudu Kerjo”, acara ini bukan sekadar seremoni berbalut backdrop hijau-kuning. Pemerintah ingin menunjukkan bahwa bekerja bukan hanya kebutuhan ekonomi, tetapi juga simbol harga diri dan harapan hidup yang lebih layak.

Dalam paparan yang ditampilkan di lokasi kegiatan, Pemkab Madiun mengklaim angka pengangguran mengalami penurunan. Berdasarkan data Sakernas BPS Tahun 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Madiun disebut turun menjadi 3,22 persen dibanding tahun sebelumnya yang berada di angka 4,32 persen. Bahkan disebut lebih rendah dibanding rata-rata Jawa Timur maupun nasional.

Peserta pencari kerja terlihat antusias ikuti job fair 2026

Angka itu diterjemahkan lebih dramatis dalam jumlah riil. Tahun 2024 tercatat sekitar 19.285 penganggur, lalu turun menjadi 14.710 orang pada 2025. Artinya, ada penurunan sekitar 4.575 orang. Sebuah capaian yang di panggung job fair dipresentasikan sebagai hasil sinergi, kolaborasi, dan kerja bersama semua pihak.

Kepala Disnakerin Kabupaten Madiun, Arik Krisdiananto, menegaskan bahwa job fair menjadi instrumen penting mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan secara langsung.

“Job fair membantu mempercepat proses rekrutmen tenaga kerja, mengurangi angka pengangguran, memperluas jaringan profesional, memberikan wawasan mengenai dunia industri dan dunia kerja, serta memudahkan pencari kerja melamar ke berbagai perusahaan dalam satu tempat,” ujarnya.

Tak tanggung-tanggung, sebanyak 48 perusahaan ambil bagian dengan menyediakan lebih dari 6.000 lowongan pekerjaan. Mulai lulusan SMP, SMA/SMK, Diploma hingga Sarjana disediakan ruang untuk ikut bersaing.

“Tahun ini pemerintah daerah memfasilitasi lebih dari 6.000 lowongan pekerjaan yang melibatkan 48 perusahaan mitra. Ini peluang emas yang harus dimanfaatkan masyarakat,” imbuh Arik.

Sementara itu, Bupati Madiun dalam sambutannya menekankan pentingnya menyelaraskan pertumbuhan angkatan kerja dengan ketersediaan lapangan pekerjaan. Menurutnya, job fair bukan agenda rutin untuk sekadar menggugurkan kalender kegiatan tahunan, melainkan bukti hadirnya pemerintah di tengah tantangan ekonomi masyarakat.

“Momentum Job Fair tahun 2026 ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Ini langkah konkret pemerintah daerah dalam menjembatani kebutuhan sektor industri dengan potensi tenaga kerja lokal,” katanya.

Di hadapan para pencari kerja, Bupati juga memberi pesan penuh motivasi khas panggung pemerintahan: agar generasi muda Madiun tidak mudah menyerah, menunjukkan kompetensi, integritas, dan semangat kerja keras khas masyarakat Kampung Pesilat.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar