BREAKING NEWS

Dinkes Kabupaten Madiun Gelar Pemeriksaan Rontgen Gratis untuk Deteksi TBC Melalui Strategi ACF

Dinkes Kabupaten Madiun melaksanakan kegiatan Rontgen Gratis di Pendopo Kantor Desa Kincang Wetan 

MADIUN, Berita-1.id– Pemerintah Kabupaten Madiun melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) terus mengencangkan langkah dalam perang melawan Tuberkulosis (TBC). Tidak sekadar menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan, Dinkes memilih turun langsung ke tengah masyarakat melalui strategi Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus aktif dengan layanan pemeriksaan rontgen dada gratis menggunakan armada mobile X-ray portable.

Pada Kamis (18/6/2026), layanan tersebut digelar di Pendopo Kantor Desa Kincang Wetan, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun. Strategi jemput bola ini menjadi bagian dari upaya percepatan eliminasi TBC dengan menyasar kelompok masyarakat berisiko tinggi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Dodik Pujianto, menyatakan bahwa pelacakan secara masif sangat penting untuk menemukan penderita TBC yang belum terdeteksi oleh fasilitas kesehatan.

"Pada hari ini kita targetkan layani pemeriksaan 135 orang, akan tetapi antusias masyarakat sangat besar, terbukti banyak masyarakat yang datang untuk ikut rontgen," ucapnya.

Agung menegaskan bahwa strategi tersebut menjadi salah satu pilar penting dalam percepatkan eliminasi TBC di Kabupaten Madiun.

"Kegiatan ini tujuan utamanya untuk menemukan kasus TB sedini mungkin, termasuk kasus yang masih bersifat tersembunyi dan belum menimbulkan keluhan berat, sehingga penanganan dapat segera diberikan sebelum penyakit menular ke orang lain," terangnya.


Data Dinkes Kabupaten Madiun menunjukkan angka keberhasilan pengobatan TBC telah mencapai 83 persen. Sementara wilayah kerja Puskesmas Sumbersari dan Puskesmas Klecorejo menjadi daerah dengan temuan kasus terbanyak.

Selama ini, tidak sedikit penderita TBC yang baru memeriksakan diri ketika kondisi sudah cukup parah. Karena itu, pendekatan aktif dengan mendatangi masyarakat dinilai menjadi langkah strategis untuk memutus rantai penularan lebih dini.

"Melalui ACF kami ingin memastikan warga yang terindikasi TBC bisa segera diobati dan dipantau secara berkala hingga sembuh total," ujar Agung Dodik.

Selain memulihkan pasien, pemeriksaan juga diperluas kepada anggota keluarga yang tinggal serumah atau kontak erat guna meminimalkan risiko penularan sekunder.

Program ACF diprioritaskan bagi warga dengan gejala batuk dua minggu atau lebih, kontak erat pasien TBC aktif, penderita diabetes melitus, orang dengan HIV (ODHIV), kelompok kurang gizi, serta perokok aktif.

Masyarakat yang ingin mengikuti layanan tersebut cukup membawa fotokopi KTP atau Kartu Keluarga ke lokasi pelaksanaan ACF terdekat di wilayah puskesmas masing-masing. Warga juga diimbau tidak mengenakan perhiasan atau aksesoris berbahan logam di area dada agar hasil pemeriksaan paru-paru lebih akurat.

Di tengah masih adanya stigma terhadap penderita TBC, Dinkes Kabupaten Madiun mengingatkan masyarakat agar tidak mengucilkan pasien. Sebaliknya, dukungan keluarga dan lingkungan sekitar menjadi bagian penting dalam memastikan pasien disiplin menjalani pengobatan hingga dinyatakan sembuh total.

Dengan armada X-ray portable yang menyusuri desa-desa dan semangat jemput bola yang terus digencarkan, Dinkes Kabupaten Madiun seolah ingin menegaskan bahwa perang melawan TBC tidak cukup hanya menunggu, tetapi harus didatangi, ditemukan, dan dituntaskan bersama.

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar