Proyek Pembangunan Landasan Tempat Kontainer Sampah Monumen Kresek Mangkrak, Dana APBD Ratusan Juta Terbuang Sia-sia
![]() |
| Landasan sampah di Monumen Kresek terlihat mangkrak tidak pernah digunakan sama sekali (foto Berita-1.id) |
MADIUN, Berita-1.id — Pembangunan landasan tempat kontainer sampah di kawasan wisata Monumen Kresek, Kabupaten Madiun, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2021, hingga saat ini belum pernah difungsikan dan justru mangkrak tanpa kejelasan pemanfaatannya. Proyek yang direncanakan untuk mendukung kebersihan dan kenyamanan kawasan wisata tersebut tampaknya belum memberikan manfaat sebagaimana yang diharapkan.
Berdasarkan data yang ada, proyek ini mendapat alokasi dana sebesar Rp 127.055.280. Secara satuan kerja, proyek ini berada di bawah lingkup Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Madiun.
Dengan anggaran yang cukup besar dan tujuan yang jelas yaitu menyediakan fasilitas penampungan sampah yang tertata rapi guna menjaga kebersihan kawasan bersejarah dan destinasi wisata utama di Madiun. Namun kenyataannya, landasan yang telah dibangun menggunakan uang pajak dari rakyat tersebut hingga kini belum pernah digunakan sama sekali dan mangkrak.
Kondisi mangkraknya fasilitas ini tentu memunculkan pertanyaan di kalangan masyarakat. Di satu sisi, pembangunan ini telah menyerap anggaran daerah yang tidak sedikit. Di sisi lain, jika berfungsi sebagaimana mestinya, fasilitas ini seharusnya sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan Monumen Kresek, yang merupakan salah satu ikon wisata dan situs bersejarah di Kabupaten Madiun. Belum adanya kejelasan mengenai alasan belum diaktifkannya landasan tersebut membuat masyarakat mempertanyakan perencanaan, pengawasan, serta keberlanjutan pemanfaatan aset daerah yang telah dibangun dengan dana publik.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan kekecewaannya melihat kondisi tersebut.
"Saya sudah lama memperhatikan tempat itu, sejak dulu setelah dibangun tahun 2021 lalu, sampai sekarang tidak pernah dipakai. Padahal uangnya tidak sedikit, hampir Rp130 juta itu uang rakyat, uang APBD. Sayang sekali kalau hanya dibiarkan begitu saja, terbengkalai tanpa ada manfaatnya sama sekali," ujar warga tersebut. Minggu (23/8)
Menurutnya, kawasan Monumen Kresek adalah salah satu ikon wisata dan situs bersejarah yang sering dikunjungi masyarakat, baik warga lokal maupun luar daerah. Adanya fasilitas yang seharusnya untuk menjaga kebersihan namun tidak digunakan, tentu sangat disayangkan.
"Tujuannya bagus, untuk tempat kontainer sampah supaya kawasan ini bersih dan rapi. Tapi kenyataannya sampai sekarang tidak pernah difungsikan. Justru malah terlihat seperti bangunan yang tidak berguna. Padahal kalau dipakai, pasti sangat membantu pengelolaan sampah di sini. Kami berharap pihak terkait segera memberi kejelasan, entah alasannya apa, dan kapan akhirnya bisa digunakan. Jangan sampai anggaran yang sudah dikeluarkan terbuang sia-sia tanpa hasil yang nyata," tambahnya.
Warga lain yang juga menambahkan, bahwa hal ini mencerminkan kurangnya perencanaan dan pengawasan pasca-pembangunan.
"Kalau memang belum siap untuk dioperasikan, mengapa harus dibangun dulu? Seharusnya dari awal sudah dipikirkan semuanya secara matang, mulai dari pembangunan sampai ke pemanfaatannya. Jangan sampai proyek selesai lalu ditinggalkan begitu saja. Masyarakat berhak tahu ke mana perginya uang daerah yang sudah dikeluarkan ini dan kapan fasilitas ini benar-benar bisa bermanfaat bagi kita semua," ungkapnya.
Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Madiun selaku satuan kerja pelaksana proyek tersebut terkait alasan belum diaktifkannya fasilitas tersebut.
Masyarakat berharap agar segera ada langkah lanjutan, baik itu penjelasan terkait kendala yang dihadapi maupun upaya agar fasilitas tersebut dapat segera dimanfaatkan secara optimal demi kepentingan umum dan pengelolaan kawasan wisata yang lebih baik.
